Setiap manusia diciptakan untuk beribadah kepada Allah. Namun dalam perjalanan menuju Allah, setan tidak pernah berhenti menghalangi manusia agar jauh dari ibadah, jauh dari ilmu, dan akhirnya menyimpang dari jalan yang lurus. Setan berusaha membuat manusia berhenti melangkah, atau jika tidak bisa menghentikannya, maka diarahkan kepada penyimpangan ke kanan dan ke kiri.

Mengapa Setan Sangat Membenci Ibadah?

Karena setiap amal ibadah akan mengangkat derajat seorang hamba di sisi Allah. Semakin seseorang beribadah, semakin dekat ia kepada rahmat dan surga Allah.

Rasulullah ﷺ bersabda agar manusia bersegera dalam beramal sebelum datangnya fitnah. Sebab dengan ibadah, seseorang akan terselamatkan dari berbagai kerusakan dan penyimpangan.

Tujuan penciptaan langit, bumi, dan manusia sendiri adalah untuk beribadah kepada Allah. Karena itu setan merasa berat melihat manusia taat. Ia akan berusaha semaksimal mungkin agar manusia:

  • malas beribadah,
  • takut melangkah dalam kebaikan,
  • atau terseret ke dalam maksiat dan bid’ah.

Penghalang-Penghalang Ibadah

1. Penghalang dari Belakang: Tenggelam dalam Kesedihan

Salah satu cara setan menyesatkan manusia adalah dengan menenggelamkannya dalam kesedihan masa lalu. Seseorang dibuat terus mengingat:

  • dosa-dosanya,
  • kegagalannya,
  • kehinaan masa lalunya,
  • atau penilaian buruk manusia terhadap dirinya.

Akibatnya ia merasa:

“Saya sudah terlalu rusak.”

“Saya tidak pantas mendapatkan ampunan Allah.”

“Percuma saya berubah.”

Tujuan akhir setan adalah membuat manusia putus asa dari rahmat Allah sehingga ia semakin tenggelam dalam maksiat.

Cara Keluar dari Perangkap Ini

Seorang muslim harus memahami bahwa semua yang terjadi adalah bagian dari takdir Allah. Masa lalu memang telah terjadi, tetapi Allah membuka pintu tobat bagi siapa saja yang ingin kembali kepada-Nya.

Tidak ada manusia yang bebas dari kesalahan. Bahkan para nabi pernah melakukan kesalahan kecil, namun mereka segera bertobat dan derajat mereka justru ditinggikan oleh Allah setelah tobat tersebut.

Maka seseorang harus fokus menjadi hamba Allah, bukan hamba penilaian manusia. Jangan berhenti mendekat kepada Allah hanya karena cibiran manusia.

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Barang siapa mencari ridha Allah walaupun manusia marah, maka Allah akan meridhainya dan menjadikan manusia ridha kepadanya.”


2. Penghalang dari Kanan: Berlebihan Tanpa Ilmu

Sebagian manusia tampak semangat dalam ibadah, tetapi tidak dibimbing oleh ilmu. Akibatnya semangat tersebut justru membawa kepada penyimpangan.

Contohnya:

  • sibuk ibadah sunnah namun melalaikan keluarga,
  • terlalu berlebihan dalam memuliakan orang saleh sampai meminta kepada selain Allah,
  • membuat amalan baru dalam agama tanpa dalil,
  • atau semangat dalam agama tetapi dengan cara-cara yang tidak diajarkan Rasulullah ﷺ.

Semakin semangat seseorang tanpa ilmu, semakin jauh ia bisa menyimpang.

Karena itu keselamatan ada pada:

  • belajar Al-Qur’an dan Sunnah,
  • memahami agama sebagaimana para sahabat memahaminya,
  • dan mengikuti jalan generasi terbaik umat ini.

3. Penghalang dari Kiri: Meremehkan Amal dan Mengikuti Syahwat

Ada pula orang yang memiliki ilmu, tetapi ilmunya hanya dijadikan hiasan dunia:

  • agar dipuji manusia,
  • agar dianggap hebat,
  • atau untuk mencari kedudukan dan popularitas.

Ia mengetahui kebenaran, namun enggan tunduk kepada Allah. Bahkan ilmu agama dipakai untuk mengejar dunia dan hawa nafsu.

Allah memberikan perumpamaan orang seperti ini seperti anjing yang terus menjulurkan lidahnya; diberi ataupun tidak tetap saja rakus dan hina.

Cara selamat dari penyimpangan ini adalah:

  • membangun keyakinan yang benar kepada Allah,
  • merasa butuh kepada Allah,
  • takut terhadap hukuman-Nya,
  • dan menyadari bahwa manusia sangat lemah di hadapan Allah.

Maksiat Membuka Pintu bagi Setan

Rasulullah ﷺ memerintahkan agar maksiat dijauhi. Karena maksiat akan mengotori hati dan menjadi pintu masuk bagi setan untuk mengendalikan manusia.

Hati manusia akan terus menerima pengaruh:

  • jika menerima fitnah dan maksiat, hati menjadi hitam,
  • jika menolak fitnah dan bertobat, hati menjadi bersih dan bercahaya.

Hati yang bersih akan kuat menghadapi godaan. Sedangkan hati yang kotor mudah dikuasai syahwat dan prasangka buruk.


Musibah Bisa Menjadi Jalan Pembersihan Hati

Kadang Allah membersihkan hati seorang hamba melalui musibah. Seseorang yang sebelumnya lalai bisa berubah menjadi dekat kepada Allah setelah diuji kehilangan, kesedihan, atau kesempitan hidup.

Musibah membuat manusia sadar:

  • dunia tidak kekal,
  • makhluk tidak bisa diandalkan,
  • dan hanya Allah tempat bergantung.

Karena itu terkadang kesabaran dalam musibah justru menjadi sebab bersihnya hati dan dekatnya seorang hamba kepada Allah.


Islam Itu Mudah dan Bertahap

Agama Islam bukan agama yang rumit. Rasulullah ﷺ menjelaskan seluruh pondasi agama hanya dalam satu majelis ketika menjelaskan tentang:

  • Islam,
  • Iman,
  • dan Ihsan.

Islam adalah amal-amal lahiriah.

Iman adalah keyakinan dalam hati.

Sedangkan ihsan adalah beribadah seolah-olah melihat Allah.

Namun semua itu memiliki tahapan. Seseorang tidak mungkin sampai pada derajat ihsan kecuali ia memperbaiki Islam dan imannya terlebih dahulu.


Penutup

Perjalanan menuju Allah membutuhkan ilmu, kesabaran, dan perjuangan melawan tipu daya setan. Kadang setan datang dengan rasa takut, kadang dengan kesedihan, kadang dengan syahwat, bahkan kadang dengan semangat beragama yang tidak dibimbing ilmu.

Karena itu seorang muslim harus selalu:

  • meminta pertolongan kepada Allah,
  • menjauhi maksiat,
  • memperbaiki akidah,
  • belajar agama dengan benar,
  • dan tidak peduli terhadap penilaian manusia selama Allah ridha kepadanya.

Sebab kemuliaan sejati bukanlah ketika dipuji manusia, tetapi ketika Allah menerima seorang hamba dan mendekatkannya kepada rahmat-Nya.